TIMES TEGAL, TEGAL – Deretan kios di kawasan parkiran utama kawasan Wisata Guci Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, tampak lengang. Antrean bus pariwisata yang biasanya memadati lokasi sejak pagi kini nyaris tak terlihat. Kondisi itu memberi gambaran menurunnya kunjungan wisatawan pascabanjir bandang yang melanda kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Guci beberapa waktu lalu.
Penurunan arus wisatawan tersebut berdampak langsung pada denyut perekonomian warga, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.
Meski demikian, semangat para pedagang tak sepenuhnya padam. Mereka tetap membuka kios, menata dagangan, dan menyambut setiap pengunjung yang datang, meski jumlahnya jauh dari hari-hari normal.
Salah satunya pemilik kios Si Kembar, pedagang di area parkiran utama. Sejak pagi hari, ia memilih bertahan membuka lapaknya, walau hanya sesekali kendaraan pribadi yang melintas.
“Biasanya pagi-pagi sudah banyak bus pariwisata datang. Sekarang sepi, paling hanya pengunjung yang sudah terlanjur dalam perjalanan. Tapi tetap saya syukuri,” ujarnya sambil menata dagangan.

Penurunan kunjungan wisata terasa signifikan sejak banjir bandang merusak sejumlah fasilitas utama TWA Guci. Pemandian air panas yang selama ini menjadi ikon wisata, termasuk kolam dan jalur aliran air panas, mengalami kerusakan sehingga aktivitas wisata belum berjalan optimal.
Bagi para pedagang, kondisi tersebut berimbas pada penghasilan harian. Jika sebelumnya dagangan bisa habis dalam hitungan jam, kini satu atau dua pembeli saja sudah dianggap sebagai rezeki.
“Kalau tidak berjualan, mau dapat penghasilan dari mana? Hidup harus terus berjalan,” ucapnya lirih, di tengah kabut Gunung Slamet.
Di tengah keterbatasan tersebut, para pelaku UMKM menitipkan harapan kepada pemerintah daerah agar ada langkah konkret untuk memulihkan sektor pariwisata Guci. Menurut mereka, keberlangsungan usaha sangat bergantung pada pulihnya aktivitas wisata.
“Kalau wisatanya hidup, pedagang juga ikut hidup. Kami hanya berharap ada perhatian dan solusi,” uajr pemilik Kios Si Kembar.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tegal, Akhmad Uwes Qoroni memastikan bahwa kawasan Wisata Guci hingga kini tetap dibuka untuk kunjungan wisatawan.
“Kawasan Wisata Guci masih terbuka. Namun memang ada beberapa fasilitas yang masih dalam proses pemulihan,” kaat Uwes saat ditemui di UPTD Guci.
Ia menjelaskan, banjir bandang menyebabkan terganggunya aliran air panas di sejumlah penginapan dan fasilitas wisata.
Proses perbaikan, kata dia, dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Pemkab Tegal, kata Uwes, juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk selalu memperhatikan informasi resmi terkait kondisi kawasan wisata. (*)
| Pewarta | : Cahyo Nugroho |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |