Sedekah Waduk Cacaban Kabupaten Tegal ( Foto: Zaza/Hms for TIMES Indonesia)

Menjelajah Tradisi Sedekah Waduk Cacaban yang Tak Pernah Surut di Tegal

Tradisi ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkaya pengalaman pengunjung.

TIMES Tegal,Jumat 10 Juli 2026, 07:27 WIB
197
C
Cahyo Nugroho

TEGALPagi itu, embun belum sepenuhnya menghilang dari permukaan Waduk Cacaban ketika masyarakat mulai berdatangan.

Anak-anak berlarian di tepian waduk, pedagang menata dagangan, sementara iringan doa perlahan mengawali sebuah tradisi yang telah hidup lintas generasi. 

Bagi warga Desa Penujah dan masyarakat Kabupaten Tegal, Sedekah Waduk Cacaban bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan cara menjaga hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Di tengah hamparan air yang selama puluhan tahun menjadi sumber kehidupan, prosesi adat kembali digelar pada Kamis (9/7/2026). 

Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun itu menjadi ungkapan rasa syukur atas manfaat Waduk Cacaban yang menghidupi pertanian, perikanan, sekaligus menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat.

Suasana semakin semarak ketika masyarakat memadati kawasan wisata. Berbagai kegiatan telah berlangsung sejak sehari sebelumnya, mulai dari lomba mewarnai untuk anak-anak, pengajian umum, lomba memancing, hingga hiburan rakyat. 

Semua berpadu menjadi perayaan yang bukan hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial warga.

Puncak acara ditandai dengan doa bersama yang dipanjatkan penuh khidmat. Setelah itu, masyarakat berebut gunungan teh yang berisi aneka produk lokal khas Kabupaten Tegal

Tradisi tersebut dipercaya oleh masyarakat menjadi simbol harapan akan keberkahan, rezeki, dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat.

Tak lama berselang, sebuah perahu bergerak perlahan menuju tengah waduk membawa sesaji berupa kepala kerbau. Prosesi larung sesaji berlangsung khusyuk, diiringi tatapan warga yang memenuhi tepian waduk. 

Bagi sebagian orang, ritual itu bukan sekadar adat, melainkan pengingat bahwa manusia hidup berdampingan dengan alam yang harus terus dijaga kelestariannya.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menilai Sedekah Waduk Cacaban memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar tradisi budaya.

Menurutnya, waduk ini memiliki peran strategis sebagai sumber pengairan pertanian, penopang sektor perikanan, sekaligus salah satu ikon wisata Kabupaten Tegal.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tegal terus mengembangkan kawasan wisata Waduk Cacaban agar semakin nyaman dikunjungi. Berbagai fasilitas dibangun, mulai dari jogging track, gardu pandang, hingga peningkatan layanan perahu wisata. 

Tahun ini, pembangunan camping ground beserta fasilitas pendukungnya juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan lebih banyak pilihan wisata bagi masyarakat.

Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Mujahidin, menyebut Sedekah Waduk Cacaban sebagai bagian penting dari identitas budaya daerah.

Tradisi ini tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkaya pengalaman pengunjung.

Ketika senja mulai menyelimuti Waduk Cacaban, keramaian perlahan berangsur reda. Namun, makna yang ditinggalkan tetap mengalir, sebagaimana air waduk yang terus memberi kehidupan. 

Sedekah Waduk Cacaban membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu. Ia adalah jembatan yang menghubungkan nilai-nilai budaya, rasa syukur, pelestarian alam, dan harapan akan masa depan pariwisata Kabupaten Tegal yang semakin maju. 

Di sanalah budaya dan pembangunan berjalan beriringan, menjaga identitas sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi generasi yang akan datang. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Cahyo Nugroho
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tegal, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.