Bupati Tegal dan Sekjen Ikatan Alumni UNJ usai pengukuhan pengurus Ikatan Alumni UNJ di Tegal (Foto: Cahyo Nugroho/TIMES Indonesia)

Pengurus Ikatan Alumni UNJ Dikukuhkan, Tiga Pilar Alumni untuk Masa Depan Kabupaten Tegal

TIMES Tegal,Minggu 12 Juli 2026, 18:26 WIB
402
C
Cahyo Nugroho

TEGALTepuk tangan bergema dari Ballroom Hotel Grand Dian Kabupaten Tegal, Minggu (12/7/2026).

Satu per satu pengurus Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dikukuhkan, disaksikan ratusan alumni yang datang dari beragam profesi dan generasi. 

Di balik prosesi seremonial itu, tersimpan harapan yang jauh lebih besar: membangun sinergi antara perguruan tinggi, alumni, dan pemerintah daerah demi masa depan Kabupaten dan Kota Tegal.

Momentum pengukuhan tidak sekadar menjadi ajang reuni atau mempererat tali silaturahmi. Pertemuan tersebut menjelma menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman,  komitmen untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. 

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Rektor UNJ, serta Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni UNJ, Edy Budiyarso dan juga tamu kehormatan lain yang juga Alumni UNJ.

Di tengah perubahan zaman yang menuntut inovasi dan kolaborasi, organisasi alumni memiliki peran yang semakin strategis.

Alumni bukan hanya saksi perjalanan sebuah perguruan tinggi, melainkan bagian dari kekuatan intelektual yang tersebar di berbagai sektor. 

Kesadaran itulah yang melahirkan gagasan tiga pilar pengabdian Ikatan Alumni UNJ. Tiga pilar tersebut menjadi arah sekaligus kompas organisasi dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Dijelaskan oleh Edy Budiyarso Sekjen Ikatan Alumni UNJ disela Seminar Nasional, bahwa Pilar pertama, Alumni untuk Alumni, menekankan pentingnya membangun jejaring yang saling menguatkan. 

Melalui kebersamaan, para alumni diharapkan dapat saling membuka peluang, berbagi pengalaman, hingga meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Sebab, kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terletak pada jumlah anggotanya, tetapi juga pada kemampuannya menghadirkan manfaat bagi sesama.

Pilar kedua, Alumni untuk Almamater, menjadi wujud kepedulian terhadap pembangunan Kabupaten Tegal. Kontribusi yang diharapkan tidak selalu berupa pembangunan fisik, tapi juga pemikiran, inovasi, pendampingan masyarakat, hingga kolaborasi merumuskan berbagai program strategis. 

Dengan latar belakang keilmuan dan profesi yang beragam, para alumni diyakini mampu menjadi mitra pemerintah dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan.

Selanjutnya Edy menerangkan adapun pilar ketiga, Alumni untuk Bangsa, yakni menegaskan bahwa pengabdian tidak mengenal batas wilayah. Setiap alumni memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan sumbangsih bagi Indonesia, 

Diantaranya melalui dunia pendidikan, dunia usaha, birokrasi, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Berangkat dari daerah, kontribusi tersebut diharapkan mampu memberi dampak yang lebih luas bagi kemajuan bangsa.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman kepada awak media menyampaikan, bahwa Pemkab Tegal menyambut baik inisiatif tersebut yang menurutnya, kolaborasi merupakan kunci dalam mempercepat pembangunan daerah. 

Pemerintah Kabupaten Tegal, kata dia, membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai elemen masyarakat yang ingin terlibat membangun daerah.

"Kami sangat mengapresiasi Ikatan Alumni UNJ yang dikukuhkan pada hari ini. Pemerintah Kabupaten Tegal akan segera berkolaborasi dan bersinergi untuk mewujudkan Kabupaten Tegal yang lebih apik," ujar Ischak.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Ikatan Alumni UNJ, Edy Budiyarso, mengungkapkan bahwa Kabupaten dan Kota Tegal merupakan salah satu daerah dengan jumlah alumni UNJ terbanyak di Indonesia. 

Potensi tersebut menjadi modal besar untuk membangun jejaring yang lebih kuat sekaligus menghadirkan berbagai program berdampak langsung bagi masyarakat.

Bagi Edy, pengukuhan kepengurusan bukanlah garis akhir, melainkan langkah awal untuk bekerja. Semangat yang lahir dari pertemuan itu, menurutnya, harus terus hidup melalui aksi-aksi nyata yang manfaatnya  dirasakan masyarakat.

Pada akhirnya, pembangunan tidak hanya membutuhkan anggaran dan kebijakan. Ia juga memerlukan kepedulian, kebersamaan, serta kemauan untuk bergandengan tangan. 

Dari sebuah ruang pertemuan di Kabupaten Tegal, pesan itu mengemuka dengan jelas: ketika pemerintah, perguruan tinggi, dan juga alumni memilih berjalan bersama, harapan akan masa depan lebih baik bukan lagi sekadar wacana, melainkan tujuan yang sedang diperjuangkan bersama. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Cahyo Nugroho
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tegal, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.