Aksi Damai Relawan di Tegal, Mengawal MBG Sembari Menuntaskan IPAL
Para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggelar aksi damai di Tegal, Jawa Tengah.
TEGAL – Deretan sepeda motor melaju perlahan di jalanan Kabupaten Tegal, Jumat (10/7/2026). Di belakangnya, mobil bak terbuka, kendaraan pikap, hingga beberapa mobil pribadi ikut mengiringi perjalanan.
Tidak ada teriakan penuh amarah. Yang terdengar justru ajakan untuk menjaga harapan agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.
Bagi para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program ini bukan sekadar kebijakan pemerintah. Di balik setiap dapur yang sedang beroperasi, ada anak-anak menunggu makanan bergizi, ada tenaga dapur bekerja sejak pagi, dan ada harapan agar kualitas gizi generasi muda terus meningkat.
Karena itulah mereka memilih turun ke jalan melalui aksi damai. Di tengah riuhnya perdebatan di media sosial yang menyerukan penghentian Program MBG, para relawan ingin menyampaikan pesan berbeda.
Menurut mereka, publik harus percaya bahwa program ini masih layak diperjuangkan sambil terus diperbaiki di berbagai aspek.
Memang, tantangan masih ada, kabarnya dari total 176 dapur MBG yang tersebar di Kabupaten Tegal, sebanyak 15 dapur saat ini masih berstatus disuspend (Penghentian Sementara).
Penghentian operasional tersebut bukan tanpa alasan. Seluruhnya berkaitan pemenuhan standar Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sebuah sistem yang memastikan limbah hasil aktivitas dapur diolah dengan baik sebelum dilepas ke lingkungan.
Koordinator Lapangan aksi, H. Abdul Jafar menjelaskan bahwa penghentian sementara dilakukan sebagai bagian proses pembenahan. Menurutnya, seluruh dapur yang terkendala terus diperbaiki agar dapat memenuhi ketentuan dan kembali beroperasi.
"Ada 15 Dapur MBG sedang Disuspend karena persoalan IPAL dan kami sedang perbaiki agar tak ada lagi dapur dapur yang Disuspend dikemudian hari" ujar Abdul Jafar
Langkah tersebut menunjukkan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berbicara tentang kecepatan, tetapi juga kepatuhan terhadap standar kesehatan dan lingkungan.
Dapur yang menyediakan makanan bergizi juga dituntut memiliki sistem pengelolaan limbah yang aman sehingga keberadaannya tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.
Semangat memperbaiki inilah yang menjadi benang merah dalam aksi damai para relawan. Mereka memahami bahwa sebuah program berskala nasional tidak lepas dari berbagai tantangan teknis.
Namun, tantangan itu dinilai bukan alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan meski gemuruh dunia Maya marak seruan menyoal dapur MBG dan kepercayaan publik menurun.
Dukungan aksi damai datang dari Pemerintah Kabupaten Tegal. Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal, Amir Makhmud yang juga sebagai Ketua Satgas MBG menegaskan pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis.
Sikap tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah akan terus mengawal pelaksanaan program sembari mendorong penyelesaian berbagai kendala yang masih dihadapi.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, Rudi dari Fraksi Gerindra. Di hadapan para peserta aksi, ia menyatakan siap membawa seluruh aspirasi relawan ke pemerintah pusat sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program.
Pada akhirnya, aksi damai di Kabupaten Tegal bukan sekadar iring-iringan kendaraan yang melintas di jalan raya. Aksi itu menjadi simbol bahwa di balik setiap piring makanan bergizi yang tersaji, terdapat kerja sama banyak pihak mulai dari relawan, pemerintah daerah, hingga para pengambil kebijakan.
Masih ada 15 dapur menunggu penyelesaian IPAL sebelum kembali beroperasi. Namun, bagi para relawan, tantangan itu adalah bagian dari proses menuju pelayanan yang lebih baik.
Sebab, menjaga kualitas program dan menjaga kepercayaan publik sama pentingnya dengan menjaga keberlangsungannya. Dan dari dapur dapur itulah, mereka berharap masa depan generasi yang lebih sehat terus dimasak setiap hari.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

