Respons Keluhan Warga, Bupati Ischak Tinjau Jalan Rusak di Margasari Tegal
Bupati Tegal, Kepala DPU, Camat Margasari dan Kepala Desa Karangdawa saat meninjau jalan rusak (Foto: Cahyo Nugroho/TIMES Indonesia)

Respons Keluhan Warga, Bupati Ischak Tinjau Jalan Rusak di Margasari Tegal

Di tengah terik matahari, Bupati Ischak Maulana Rohman turun langsung dari mobil dinasnya. Tidak ada jarak. Tidak ada protokoler berlebihan.

TIMES Tegal,Kamis 21 Mei 2026, 19:56 WIB
400
C
Cahyo Nugroho

TEGALSiang itu matahari menyengat di ruas jalan Margasari–Karangdawa - Jatilaba Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal.

Debu beterbangan setiap kali kendaraan melintas pelan menghindari lubang-lubang besar yang menganga di badan jalan. 

Bagi warga sekitar, pemandangan itu bukan hal baru. Pasalnya kerap mengganggu, Jalan rusak Margasari - Karangdawa - Jatilaba telah menjadi bagian dari keseharian mereka sejak tahun lalu.

Namun, suasana berbeda mendadak terasa ketika iring-iringan kendaraan pemerintah berhenti di tepi jalan. Warga yang awalnya hanya berdiri melihat dari kejauhan perlahan mendekat. 

Mereka tak menyangka, orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten Tegal benar-benar datang melihat kondisi jalan yang selama ini mereka keluhkan dan bertebaran di media sosial.

Di tengah terik matahari, Bupati Ischak Maulana Rohman turun langsung dari mobil dinasnya. Tidak ada jarak. Tidak ada protokoler berlebihan.

Dengan langkah pelan, ia menyusuri jalan dan berhenti sambil mendengarkan kalimat yang dilongarkan Camat Margasari.

“Kalau hujan, di sini seperti kubangan. Sudah banyak yang jatuh dan apa lagi tanpa saluran air ” ucap Camat Margasari sambil menunjukan genangan di salah satu titik jalan rusak depan TPK Perhutani Margasari.

Bupati Ischak menatap jalan yang retak dan berlubang itu beberapa saat sebelum berbicara dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum yang ikut mendampingi peninjauan ruas jalan.

Hari itu sebenarnya jadwal Bupati cukup padat. Seusai menghadiri peluncuran Balai Ternak hasil kolaborasi UIN Walisongo dan Baznas di Desa Danawarih, ia bisa saja langsung kembali ke kantor.

Namun ia memilih menuju Margasari, daerah yang  belakangan ramai menjadi diperbincangkan media sosial  karena kondisi jalannya yang rusak parah.

Bagi masyarakat, kerusakan ruas jalan Margasari menuju Desa Jatilaba bukan sekadar hanya soal kenyamanan.

Jalur tersebut menjadi akses utama petani membawa hasil panen, pedagang mengangkut barang dagangan, hingga anak anak sekolah yang setiap hari harus melintas dengan hati-hati.

“Kalau malam paling takut lewat sini. Gelap dan jalannya rusak,” kata Damak pengendara motor yang hampir setiap hari melintas di ruas tersebut saat dimintai keterangan TIMES Indonesia.

Di beberapa titik, aspal terlihat pecah, berlubang dan bergelombang. Kendaraan roda dua harus zig-zag menghindari lubang. Truk pengangkut hasil bumi bahkan kerap berjalan sangat lambat agar tidak terguling.

Kehadiran Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman siang itu membawa harapan baru. Warga yang selama ini hanya bisa mengeluh hingga padati media sosial akhirnya merasa didengar.

Seorang pedagang Es Kelapa tampak berkaca kaca saat menyampaikan harapannya. Dengan suara lirih ia meminta agar jalan tersebut benar benar diperbaiki, bukan sekadar ditinjau.

“Sudah lama kami menunggu perhatian seperti ini, dan menunggu pa bupati datang melihat kondisi ini" katanya.

Kepada awak media, Ischak menyampaikan bahwa pemerintah daerah segera melakukan pengecoran di titik-titik kerusakan terparah, mulai dari depan TPK Desa Margasari hingga wilayah Jatilaba.

“Anggaran ini dari Banprov senilai 8 miliar untuk itu kami akan segera melakukan perbaikan jalan Di mulai dari Margasari kemudian Karangdawa menuju Jatilaba agar masyarakat bisa kembali nyaman dan aman melintas,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa seharusnya sejak lama diperbaiki namun terjadi kendala untuk itu akan segera direalisasikan dan dengan menggunakan anggran Bantuan Provinsi (Banprov) senilai 8 Miliar.

Selain itu, Camat Margasari, Erlin Trisnawati, bersama Kepala Desa Karangdawa, Lutfhi, yang turut mendampingi peninjauan memahami betul bagaimana jalan rusak selama ini memengaruhi aktivitas ekonomi warga.

Di tengah debu dan panas siang itu, terselip harapan perlahan tumbuh. Harapan bahwa jalan yang selama ini menjadi sumber keluhan akhirnya berubah menjadi jalan penghubung masa depan lebih baik bagi warga Margasari, Karangdawa dan Jatilaba. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Cahyo Nugroho
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Tegal, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.