Wabup Ahmad Kholid Serahkan Kurban, Sapi Wagyu Jadi Bintang Idul Adha di Tegal
Di momen Idul Adha ini, Wabup Ahmad Kholid menyerahkan bantuan hewan kurban berupa 3 ekor sapi dan 8 kambing untuk dibagi ke beberapa titik di wilayah Kabupaten Tegal.
TEGAL – Di tengah suasana hangat Idul Adha 1447 H, halaman rumah dinas Wakil Bupati Tegal (Wabup Tegal) Ahmad Kholid berubah jadi titik kumpul yang cukup ramai.
Warga datang, panitia sibuk, kamera sesekali mengarah ke deretan hewan kurban yang sudah siap disalurkan.
Di momen Idul Adha ini, Wabup Ahmad Kholid menyerahkan bantuan hewan kurban berupa 3 ekor sapi dan 8 kambing untuk dibagi ke beberapa titik di wilayah Kabupaten Tegal.
Tapi ada satu yang langsung jadi bahan obrolan warga: seekor sapi kontes jenis Wagyu asal Wonosobo Jawa Tengah yang akan dikurbankan Dari jauh saja, hewan sapi ini sudah mencuri perhatian.
Badannya besar, posturnya rapi, dan jelas terlihat beda dari sapi kurban pada umumnya. Nggak heran banyak yang langsung menjadikannya “bintang utama” di momen kurban tahun ini.
Kegiatan penyerahan hewan kurban ini dilakukan pada Kamis, 28 Mei 2026, bertepatan dengan H+1 hari raya Idul Adha. Suasana sejak pagi di Rumah Dinas Wakil Bupati Tegal ini sudah terasa hidup.
Warga berdatangan bukan cuma untuk melihat, tapi juga ikut menyaksikan proses distribusi hewan kurban yang nantinya akan menyebar ke berbagai titik penerima manfaat.
"Untuk pembagian nanti disesuaikan dengan jumlah yang didapatkan saja dan akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan' jelas Ahmad Kholid kepada awak media di sela pelaksanaan kurban.
Buat sebagian warga yang hadir, momen ini bukan sekadar formalitas tahunan. Ada rasa dekat yang terasa ketika pejabat daerah turun langsung dan memastikan bantuan benar-benar sampai ke masyarakat.
Beberapa warga bahkan mengaku baru kali ini bisa melihat langsung proses penyerahan hewan kurban dari dekat di rumah dinas.
“Idul Adha itu kan soal berbagi dan keikhlasan. Jadi semoga apa yang diberikan ini benar-benar bisa bermanfaat dan alhamdulillah kami lakukan sejak sebelum menjadi pejabat hingga saat ini” pesan Ahmad Kholid dalam suasana yang cukup santai di lokasi acara.
Yang menarik, suasana di lapangan nggak kaku sama sekali. Meski ini kegiatan resmi pemerintah, interaksi antara warga, panitia, dan jajaran pemerintah daerah terasa cair.
Ada yang sibuk dokumentasi, ada yang ngobrol soal jenis sapi Wagyu yang jarang dilihat di acara kurban desa, sampai ada yang sekadar ikut nimbrung di pinggir halaman sambil menunggu pembagian tugas distribusi.
Sapi Wagyu sendiri jadi semacam “topik selingan” di tengah kesibukan. Beberapa warga penasaran soal jenisnya, kenapa bisa masuk kurban, dan bagaimana perbedaannya dengan sapi biasa. Obrolan ringan ini bikin suasana jadi lebih hidup, jauh dari kesan formal yang kaku.
Di sisi lain, kegiatan ini juga jadi pengingat bahwa Idul Adha bukan cuma soal ritual penyembelihan, tapi juga soal distribusi dan pemerataan.
Hewan kurban diserahkan tidak berhenti di seremoni, tapi langsung disalurkan ke beberapa titik yang sudah ditentukan, menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pemerintah daerah melalui kegiatan ini juga ingin menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih jadi bagian penting dalam kehidupan sosial. Tidak hanya antarwarga, tapi juga antara pemerintah dan masyarakat.
Pada akhirnya, momen ini bukan cuma soal jumlah sapi dan kambing yang diserahkan, tapi juga soal suasana kebersamaan yang tercipta.
Di tengah rutinitas pemerintahan, ada ruang kecil mempertemukan warga dan pemimpin daerah dalam satu momen sederhana: berbagi di hari raya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

